Sabtu, 06 Agustus 2016

Selayang Pandang Sekilas Pantauan Adat-Istiadat Lahat dan Pagar Alam dan Sekitarnya.

Lebih kurang dua minggu habis lebaran yang lalu 2016, penulis menghadiri acara Pernikahan adik kami Marlisi dan Evi di Desa Gunung Lewat Kecamatan Kota Agung Kabupaten Lahat.Penulis akan mengungkap Tata Cara Adat Pantauan dalam pelaksanaan resepsi Pernikahan adat-istiadat daerah Lahat, Pagar Alam dan sekitarnya.
Hal ini sangat menarik bagi Penulis dikarnakan baru sekali ini penulis menghadiri resepsi pernikahan di Daerah lahat yang notabone Tata Cara Pantauan sangat berbeda dengan Adat-Istiadat Daerah Semende Lembak khususnya daerah Mekakau.
Penulis akan mengungkap dari segi Tata Cara Pantauan saja.
Pantauan artinya memantau/memanggil untuk datang kerumah yang memanggil, Jadi siapa yang punya rumah memanggil untuk datang kerumahnya.
Prosesi Tata Cara Pantauan.
Pihak Besan ataupun Undangan lainnya yang datang pada acara resepsi Pernikahan sesuai yang diundang oleh yang punya hajatan diminta untuk Minum dulu di rumah Mempelai Wanita, tidak terkecuali semua undangan.(Umum).
Khusus Pihak Besan dari Mempelai laki-laki (termasuk penulis) dari  Desa Karang Lebak,  diberikan Penghormatan Khusus yaitu diundang/dipantau makan oleh keluarga pihak Besan Mempelai Wanita. Disinilah serunya, kebetulan rombongan kami lebih kurang 30 orang kami bagi dua, sehingga menjadi dua bagian  rombongan.
Penulis menjadi ketua rombongan dari pada ibu_ibu lebih kurang 17 orang yang menghadiri acara Pantauan Makan yang dilaksanakan oleh Keluarga Pihak Besan Mempelai Wanita. Kami rombongan dari Rumah Turun-Rumah untuk makan siang, walhasil ada 9 Rumah yang dapat kami hadiri.
Wah,,wah,,kenyangnya luar biasaa!!!!!!.
Disinilah Adat-Istiadat Pantauan Makan yang menjadi perhatian penulis.
Di Daerah Lahat dan Pagar Alam dan sekitarnya, kalau ada keluarga yang menikahkan anak atau bagug'an, maka keluarga/famili dekat akan mengusahakan untuk menyediakan hidangan untuk memantau pihak besan makan,  sebelum acara puncak resepsi yang diadakan oleh Tuan Rumah yang punya hajatan. Artinya keluarga/famili dengan sepontan juga membuat/menyediakan hidangan,  baik kwe-kwe/juadah maupun Hidangan Nasi lengkap dengan Lauk-Pauk/Gulai.
Setelah selesai makan di Rumah Keluarga Besan (kami dua rombongan), barulah kami dipandu oleh panitia yang punya hajat untuk masuk ke tempat Pesta Secara Resmi. Rombongan Besan (kami) ditempatkan duduk paling depan untuk mengikuti Acara Rangkaian demi Rangkaian Prosesi Resepsi Pernikahan. Setelah selesai kami rombongan dari pihak Besan laki-laki dipersilahkan Makan kembali pada hidangan yang sudah tersedia bersama-sama Undangan Umum.
Hal tersebut diataslah adat-istiadat pantauan makan  yang berbeda dengan adat-istiadat Semende Lembak Daerah Mekakau. Adat-Istiadat Semende Lembak Daerah Mekakau tidak mengenal yang namanya Keluarga atau Famili yang punya hajat/bagug'an  untuk mengundang/memantau pihak Besan untuk Makan sebelum Acara Resepsi yang resmi Diadakan/Dilaksanakan.






Senin, 30 Maret 2015

Sejarah Dusun Belimbing (Dusun Mutung)

Dusun Belimbing termasuk dusun Tua diperadaban Suku Semende Lembak di Marga Mekakau Ilir (Sekarang Kecamatan Mekakau Ilir) Ogan Kamering Ulu Selatan. Menurut cerita yang dituturkan oleh orang-orang tua kita, bahwa dusun belimbing sebelum memeluk Agama Islam penduduknya menganut ajaran Animisme.Setelah agama Islam masuk ke Indonesia melalui Aceh, Sumbar dan Palembang, barulah agama islam masuk ke Dusun Belimbing dibawa oleh Ulama-ulama dari Aceh, Sumbar dan Daerah Pasemah (Palembang).
Dusun Belimbing sangat kharismatik,dan  terkenal dan menjadi persinggahan kaum Ulama, pedagang yang mencari hasil hutan dan garam dari Bengkulu.Banyak leluhur atau Wali-wali penyebar agama Islam,dan Ulubalang-ulubalang , maupun Tembikar-tembikar yang berasal maupun yang singgah di Dusun Belimbing sebut saja; Puyang Awak Raje Nyawe, Puyang Raje Mude, Puyang Serunting Sakti, Puyang Itam Manis, Puyang Midang Anom, Puyang Ledun Sakti dan Para Ulubalang/Tembikar ; Burung Dinang Tujuh Bakhading, Mancan Kumbang, Bujang Runggang, Radin Papak, Bujang Belantan, Gambir Melayang, dan para serikandi; Urik Mas dan Biring Kuning.
Dusun Belimbing dipagar keliling dengan bambu Awur Duri, bambu sejenis bambu Betung yang pangkalnya ditumbuhi duri yang rapat dan lebar, Pemagaran keliling  agar Penjajah (Belanda) tidak dapat masuk ke Dusun Belimbing,Pintu masuk di jaga ketat oleh penduduk dan para Ulubalang/Tembikar.
Dusun Belimbing dua kali kena Musibah, yang pertama diwaktu Gunung Krakatau meletus sekitar tahun 1882, dusun Belimbing Tidak ada satupun rumah yang roboh, padahal dusun disekitar Mekakau Ilir dan Mekakau  Hulu (Pulau Beringin) luluh lantak kena Gempa yang sangat dassyat. Musibah yang kedua diera setelah Kemerdekaan Republik Indonesia, dusun belimbing terbakar.Kejadiannya sekitar jam 11 siang, api berasal dari Rumah Bapak Wani. Pak Wani waktu itu memasak air Nira (Enau) yang akan dibuat Gula Merah, api membakar dapur dan meluas kerumah tetangga sebelah rumah. Dalam kebakaran tersebut menurut cerita saksi mata, ada keanehan dimana BOLA API berputar-putar untuk menuju rumah-rumah yang terpencil, akan tetapi tiap-tiap Lumbung Padi (Tengkiang) satupun tak terbakar walupun disamping rumah yang terbakar.
Dengan kejadian-kejadian tersebut, maka para penduduk berembuk untuk memindahkan Dusun ke Dusun Kota Baru dan Dusun Sinar Marga yang dipimpin oleh seorang Kerio Muhammad Dahlan.

Senin, 03 Februari 2014

PERDAGANGAN ORANG SISI, GELAP PARA TKI/TKW INDONESIA.

Tahun lalu saya mendampingi  Wakil Bupati Karimun untuk mengikuti Rapat Koodinasi Politik dan Keamanan tingkat Provinsi Kepulauan Riau.  Peserta rapat Instansi yang dibawah naungan Kementerian Koordinator Politik Dan Keamanan dari TNI, Polisi, Kejaksaan dan  Instansi lainnya yg Membidangi persoalan yg terkait dengan  Gangguan  Stabilitas Keamanan Negara yang kita cintai ini. Rapat dipimpin oleh Staf dari Kemenkopolkam jakarta.
Materi yg dibahas segala asfek yg dapat menimbulkan potensi Stabilitas Keamanan, baik Kemanan Dalam Negeri  maupun Luar Negeri. yaitu ; Masalah Sosial, Politik, Keagamaan, Perdagangan, Penyelundupan masuk/keluar, Arus Transpormasi dan Informasi melalui Internet  dan Lain-lainnya yg dianggap penting.
Materi yg di bahas saya akan kemukakan ditulisan ini sekedar gambaran informasi tentang Perdangan Orang, hal ini kiranya agar kita  waspada terhadap masyarakat, kerabat, kenalan, teman, dan keluarga kita sendiri.Perdagangan Orang Indentik  dg penyaluran  Tenaga Kerja ke Luar Negeri (TKI/TKW). Negara tujuan sebagian besar ada 3(tiga)  yaitu Malaysia, Timur Tengah dan Hongkong,  dan selain itu negara-negara lainnya.
Sisi positifnya kalau kita lihat dari  positifnya ada,  dg banyaknya tenaga kerja kita di Luar Negeri telah menghimpun devisa untuk negara kurang lebih Rp.7 (tujuh) Trilliun rupiah, fantastis memang.....
Bagaimana negatifnya?????,,,
Bisnis perdagangan orang sangat menggiurkan dan menguntungkan dan mempunyai jaringan dan mata rantai yg rapi dan teroorganisir  dg baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Agar para TKI/TKW  tergiur untuk kerja di luar negeri bermacam-macam bujuk rayu, berangkat gratis, gaji besar dan kerja tak lama. Iming-iming inilah yg menggiurkan. Akan tetapi apa lacur, sesampai di negara tujuan para tenaga kerja ini tak sadar kalau mereka telah dijual dan didagangkan kepada majikan.
Permasalahan timbul, gaji tak dibayar, jam kerja tak beraturan, istirahat tak dapat, bekerja tak ubahnya para budak jaman jahiliah.
Hasil investigasi,,, bahwa para TKI/TKW mulai ada masalah yaitu apakah para tenaga kerja ini akan melawan karena tidak imenerima perlakuan terhadap dirinya???dan atau akan menyerah dg keadaan terjepit dinegeri orang. Melawan banyak yg membunuh dan menjadi urusan Negara terhadap kasus Hukum. Menyerah nah inilah yg dapat kita lihat secara nasional, banyak yg disiksa, tak dpt pulang ke tanah air/terlantar, dijadikan kurir oleh agen bandar narkoba jaringan  internasional, dijadikan PSK , dan Subhannallah para TKW yang pulang membawa oleh-oleh dg bawaan,  Anak-anak baru yg diperoleh dari tempat asal kerja. Wajahnya macam-macam, ada wajah Arab, India, Asia Timur, dll sesuai dg negara asal tempat kerja.
Solusinya,???,,
Waspadai para penyalur TKI/TKW yg resmi dan terdaftar, kita berikan penyuluhan kepada warga ttg baik buruknya kerja di luar negeri. Sebagai ilustrasi gaji TKI/TKW kita kecil sekali  dan tidak imbang dg waktu kerja yg dikerjakan, karena NILAI TUKAR RUPIAH SAJA  seolah-olah gaji besar. Contoh Nenek-nenek penjaga WC/kamar kecil di Singapura saya tanya berapa gaji/bulan dia kata  $.900,000,0 (Sembilan ratus ribu dolar Singapura)  dirupiahkan  $. 900,000, xRp.8.000,-=Rp.4.800.000,- . Nenek-nenek itu waktu kerja 7(tujuh) jam dan hanya duduk-duduk  untuk menunggu kotak bayaran orang pergi ke WC/Kamar Mandi.
Nah bagaimana dg TKI/TKW kita yg bekerja siang/malam non stop dan dijadikan BUDAK karena sudah dibeli sama penyalurr TKI/TKW,?????
Tulisan ini untuk mengingatkan kita, agar waspada terhadap calo-calo yg bergentayangan disekeliling kita, Selamatkan masyarakat, teman, kerabat, famili dan keluarga kita,,,
WASSALAM,,,/




Minggu, 02 Februari 2014

Narkoba Sudah Meraja Lela Baik Di Kota Maupun Di Desa-desa.

Tahun 2013 yang baru lalu penulis mewakili Bupati Kabupaten Karimun untuk menghadiri suatu acara Pelantikan Para Pejabat Eselon II dan IV kepala Badan Narkotika Nasional untuk tingkat Provinsi dan Kabupaten /Kota dan dilanjutan dengan pengarahan/Ekspose permasalahan Narkotika di Tanah Air oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Jakarta.
Peredaran Norkoba di Indonesia sudah terkatogori lampu merah,,,, mengapa demikian?????Negara-negara di belahan Dunia, Afrika, Timteng, Asia Barat dan Timur serta Amerika Latin, para bandar internasional berlomba untuk memasukkan hasil industri   kimia bahan-bahan  untuk membuat narkoba di Indonesia. Hal ini sangat mengerikan bagaimana tidak bahan-bahan tersebut diolah di perumahan dan beromzet miliaran rupiah.
Yang kita menjadi galau dan miris, Negara Tetangga kita Malaysia juga dijadikan salah satu pintu masuknya Narkoba ke Indonesia yang memanfaatkan Tenaga kerja kita TKI/TKW yg bekerja di Malaysia. Mereka dimanfaatkan oleh bandar narkoba Malaysia dengan modus dibina dan di gaji besar. Tiap pulang mereka dititipi kiriman seolah-olah oleh-oleh dari Malaysia, namun apa daya banyak yg tertangkap.
Hal ini salah satu dari pengaruh Globalisasi yg mengakibatkan derasnya informasi dari negara luar yang mengakibatkan Negara Tanpa Batas. Informasi dari Negara Luar sekarang ini gampang sekali kita Akses melalui Telpon Genggam (HP), apa saja kita bisa lihat dan masyarakat kita juga gampang terpengaruh oleh bujuk rayu orang-orang dari luar dg iming-iming penghasilan besar tanpa usaha  kerja keras.
Kita jangan bosan dan harus terus-menerus mekanpanyekan bahwa narkoba sangat berbahaya dan merugikan , baik masyarakat, anak-anak muda, bahkan mungkin kerabat dan keluarga kita.
Penulis sering mewakili Bupati/Wakil untuk membuka ataupun menutup kegiatan sosialisasi masalah Narkoba untuk para Pendidik/Guru dan Anak-anak Sekolah. Ibarat Ustadz kita jangan bosan untuk berkhotbah pentingnya kita menyampaikan buruknya pengaruh narkoba terhadap kehidupan dimasyarakat, keluarga dan anak-anak yang akan meneruskan genersi kita terhadap pengelolaan Negeri yang kita cintai ini.

Rabu, 29 Januari 2014

Pantun Bersahut Bujang - Gadis (Bujang Tuwe Buntu)

Becincin kawatnye lidi
Elang menari lawan kukunye
Payu bepikir ndikalu diri
linjau jadi lawan jodohnye

Timpe kemang sakit hasenye
Tambah binjul ditimpe limus
Ngape; dengan  bujang tuwe
Ngintikkah gadis badan tekukhus

Bukanye senang duduk ditangge
Kire duduk jauh pikiran
Jangan takut ngah bujang tuwe
Tuwe diluar mude didalam

Ketintang membawe taji
Kemane ncakae sauhnye
Selop jepang dikde tebeli
Jangan memance bebini duwe

Aku nyangke durian tinggi
Rupenye durian masak layu
Aku nyangke ndak ngajak jadi
Aku ditinggal dibuat malu

Ade antan masih ndak lesung
Nutuk khebuk ndak ade padi
Ncakae gadis ngudutlah puntung
Pantaslah saje gadis belakhi

Terebang burung serindit
Inggap diranting nangke
Biarlah tuwe asal beduit
Segale gadis galak gale

Sangkae pintau luluk keluang
Sangkae tegantung luk buah labu
Oi makmane gadis ndak ribang
Idang kah midang bekate buntu

Alangkah panjang ikuk sapi
Sapi ade diseberang
Aku heran gadis mak ini
Rate-rate mate duitan

Celane tukak jaitngah jakhum
Teculak ngah mendire
Bujang tuwe gadis maklum
Asal kelepih banyak duitnye

Kalu mak ini kain potongan
Dari dibeli di toko cine
Kalu mak ini jadi potongan
Pacak jadi bujang tuwe

Ikuk sawe kepale sawe
Melilit sibemban burung
Sangkan dikatekah bujang tuwe
Bajulah buruk barang tegantung

Masih lemak sibemban burung
Bemban banyak dipinggir laut
Masih lemak buruk tegantung
Buruk tekapar dimakan semut,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Sape ye masih Bujang dan Gadis pailah kite be Pantun,,,,