Senin, 03 Februari 2014

PERDAGANGAN ORANG SISI, GELAP PARA TKI/TKW INDONESIA.

Tahun lalu saya mendampingi  Wakil Bupati Karimun untuk mengikuti Rapat Koodinasi Politik dan Keamanan tingkat Provinsi Kepulauan Riau.  Peserta rapat Instansi yang dibawah naungan Kementerian Koordinator Politik Dan Keamanan dari TNI, Polisi, Kejaksaan dan  Instansi lainnya yg Membidangi persoalan yg terkait dengan  Gangguan  Stabilitas Keamanan Negara yang kita cintai ini. Rapat dipimpin oleh Staf dari Kemenkopolkam jakarta.
Materi yg dibahas segala asfek yg dapat menimbulkan potensi Stabilitas Keamanan, baik Kemanan Dalam Negeri  maupun Luar Negeri. yaitu ; Masalah Sosial, Politik, Keagamaan, Perdagangan, Penyelundupan masuk/keluar, Arus Transpormasi dan Informasi melalui Internet  dan Lain-lainnya yg dianggap penting.
Materi yg di bahas saya akan kemukakan ditulisan ini sekedar gambaran informasi tentang Perdangan Orang, hal ini kiranya agar kita  waspada terhadap masyarakat, kerabat, kenalan, teman, dan keluarga kita sendiri.Perdagangan Orang Indentik  dg penyaluran  Tenaga Kerja ke Luar Negeri (TKI/TKW). Negara tujuan sebagian besar ada 3(tiga)  yaitu Malaysia, Timur Tengah dan Hongkong,  dan selain itu negara-negara lainnya.
Sisi positifnya kalau kita lihat dari  positifnya ada,  dg banyaknya tenaga kerja kita di Luar Negeri telah menghimpun devisa untuk negara kurang lebih Rp.7 (tujuh) Trilliun rupiah, fantastis memang.....
Bagaimana negatifnya?????,,,
Bisnis perdagangan orang sangat menggiurkan dan menguntungkan dan mempunyai jaringan dan mata rantai yg rapi dan teroorganisir  dg baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Agar para TKI/TKW  tergiur untuk kerja di luar negeri bermacam-macam bujuk rayu, berangkat gratis, gaji besar dan kerja tak lama. Iming-iming inilah yg menggiurkan. Akan tetapi apa lacur, sesampai di negara tujuan para tenaga kerja ini tak sadar kalau mereka telah dijual dan didagangkan kepada majikan.
Permasalahan timbul, gaji tak dibayar, jam kerja tak beraturan, istirahat tak dapat, bekerja tak ubahnya para budak jaman jahiliah.
Hasil investigasi,,, bahwa para TKI/TKW mulai ada masalah yaitu apakah para tenaga kerja ini akan melawan karena tidak imenerima perlakuan terhadap dirinya???dan atau akan menyerah dg keadaan terjepit dinegeri orang. Melawan banyak yg membunuh dan menjadi urusan Negara terhadap kasus Hukum. Menyerah nah inilah yg dapat kita lihat secara nasional, banyak yg disiksa, tak dpt pulang ke tanah air/terlantar, dijadikan kurir oleh agen bandar narkoba jaringan  internasional, dijadikan PSK , dan Subhannallah para TKW yang pulang membawa oleh-oleh dg bawaan,  Anak-anak baru yg diperoleh dari tempat asal kerja. Wajahnya macam-macam, ada wajah Arab, India, Asia Timur, dll sesuai dg negara asal tempat kerja.
Solusinya,???,,
Waspadai para penyalur TKI/TKW yg resmi dan terdaftar, kita berikan penyuluhan kepada warga ttg baik buruknya kerja di luar negeri. Sebagai ilustrasi gaji TKI/TKW kita kecil sekali  dan tidak imbang dg waktu kerja yg dikerjakan, karena NILAI TUKAR RUPIAH SAJA  seolah-olah gaji besar. Contoh Nenek-nenek penjaga WC/kamar kecil di Singapura saya tanya berapa gaji/bulan dia kata  $.900,000,0 (Sembilan ratus ribu dolar Singapura)  dirupiahkan  $. 900,000, xRp.8.000,-=Rp.4.800.000,- . Nenek-nenek itu waktu kerja 7(tujuh) jam dan hanya duduk-duduk  untuk menunggu kotak bayaran orang pergi ke WC/Kamar Mandi.
Nah bagaimana dg TKI/TKW kita yg bekerja siang/malam non stop dan dijadikan BUDAK karena sudah dibeli sama penyalurr TKI/TKW,?????
Tulisan ini untuk mengingatkan kita, agar waspada terhadap calo-calo yg bergentayangan disekeliling kita, Selamatkan masyarakat, teman, kerabat, famili dan keluarga kita,,,
WASSALAM,,,/




Minggu, 02 Februari 2014

Narkoba Sudah Meraja Lela Baik Di Kota Maupun Di Desa-desa.

Tahun 2013 yang baru lalu penulis mewakili Bupati Kabupaten Karimun untuk menghadiri suatu acara Pelantikan Para Pejabat Eselon II dan IV kepala Badan Narkotika Nasional untuk tingkat Provinsi dan Kabupaten /Kota dan dilanjutan dengan pengarahan/Ekspose permasalahan Narkotika di Tanah Air oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Jakarta.
Peredaran Norkoba di Indonesia sudah terkatogori lampu merah,,,, mengapa demikian?????Negara-negara di belahan Dunia, Afrika, Timteng, Asia Barat dan Timur serta Amerika Latin, para bandar internasional berlomba untuk memasukkan hasil industri   kimia bahan-bahan  untuk membuat narkoba di Indonesia. Hal ini sangat mengerikan bagaimana tidak bahan-bahan tersebut diolah di perumahan dan beromzet miliaran rupiah.
Yang kita menjadi galau dan miris, Negara Tetangga kita Malaysia juga dijadikan salah satu pintu masuknya Narkoba ke Indonesia yang memanfaatkan Tenaga kerja kita TKI/TKW yg bekerja di Malaysia. Mereka dimanfaatkan oleh bandar narkoba Malaysia dengan modus dibina dan di gaji besar. Tiap pulang mereka dititipi kiriman seolah-olah oleh-oleh dari Malaysia, namun apa daya banyak yg tertangkap.
Hal ini salah satu dari pengaruh Globalisasi yg mengakibatkan derasnya informasi dari negara luar yang mengakibatkan Negara Tanpa Batas. Informasi dari Negara Luar sekarang ini gampang sekali kita Akses melalui Telpon Genggam (HP), apa saja kita bisa lihat dan masyarakat kita juga gampang terpengaruh oleh bujuk rayu orang-orang dari luar dg iming-iming penghasilan besar tanpa usaha  kerja keras.
Kita jangan bosan dan harus terus-menerus mekanpanyekan bahwa narkoba sangat berbahaya dan merugikan , baik masyarakat, anak-anak muda, bahkan mungkin kerabat dan keluarga kita.
Penulis sering mewakili Bupati/Wakil untuk membuka ataupun menutup kegiatan sosialisasi masalah Narkoba untuk para Pendidik/Guru dan Anak-anak Sekolah. Ibarat Ustadz kita jangan bosan untuk berkhotbah pentingnya kita menyampaikan buruknya pengaruh narkoba terhadap kehidupan dimasyarakat, keluarga dan anak-anak yang akan meneruskan genersi kita terhadap pengelolaan Negeri yang kita cintai ini.

Rabu, 29 Januari 2014

Pantun Bersahut Bujang - Gadis (Bujang Tuwe Buntu)

Becincin kawatnye lidi
Elang menari lawan kukunye
Payu bepikir ndikalu diri
linjau jadi lawan jodohnye

Timpe kemang sakit hasenye
Tambah binjul ditimpe limus
Ngape; dengan  bujang tuwe
Ngintikkah gadis badan tekukhus

Bukanye senang duduk ditangge
Kire duduk jauh pikiran
Jangan takut ngah bujang tuwe
Tuwe diluar mude didalam

Ketintang membawe taji
Kemane ncakae sauhnye
Selop jepang dikde tebeli
Jangan memance bebini duwe

Aku nyangke durian tinggi
Rupenye durian masak layu
Aku nyangke ndak ngajak jadi
Aku ditinggal dibuat malu

Ade antan masih ndak lesung
Nutuk khebuk ndak ade padi
Ncakae gadis ngudutlah puntung
Pantaslah saje gadis belakhi

Terebang burung serindit
Inggap diranting nangke
Biarlah tuwe asal beduit
Segale gadis galak gale

Sangkae pintau luluk keluang
Sangkae tegantung luk buah labu
Oi makmane gadis ndak ribang
Idang kah midang bekate buntu

Alangkah panjang ikuk sapi
Sapi ade diseberang
Aku heran gadis mak ini
Rate-rate mate duitan

Celane tukak jaitngah jakhum
Teculak ngah mendire
Bujang tuwe gadis maklum
Asal kelepih banyak duitnye

Kalu mak ini kain potongan
Dari dibeli di toko cine
Kalu mak ini jadi potongan
Pacak jadi bujang tuwe

Ikuk sawe kepale sawe
Melilit sibemban burung
Sangkan dikatekah bujang tuwe
Bajulah buruk barang tegantung

Masih lemak sibemban burung
Bemban banyak dipinggir laut
Masih lemak buruk tegantung
Buruk tekapar dimakan semut,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Sape ye masih Bujang dan Gadis pailah kite be Pantun,,,,



Rabu, 15 Januari 2014

Sekilas Sejarah Puyang Itam Manis

Puyang Itam Manis adalah seorang Wali, bermukim di Dusun Belimbing(dusun mutung) antara dusun Galang Tinggi dan dusun Kota Baru, kecamatan Mekakau Ilir. Keberadaannya kira-kira dibawah generasi orang Tua kami atau generasi puyang2 kami. menurut penuturan orang tua kami sebelum dusun Belimbing terbakar/mutung orang tua kami masih melihat Rumah dan salangan Puntung (kayu Bakar) peninggalan Puyang Itam Manis masih tersusun dg rapi.
Puyang Itam Manis adalah Wali, pendakwah, Penyebar agama Islam dan selain itu penasehat adat-istiadat semende. Puyang itam Manis bersuamikan Puyang Midang Anom beliau juga pendakwah  agama islam. Puyang ini suami isteri tidak punya keturunan. Puyang Itam Manis punya saudara yg bergelar Burung Dinang Tujuh Bekhading yang bermukim di dusun Tinggi (dusun kelam) di ulu air Ubuy dusun Galang Tinggi.
Setelah Puyang Midang Anom wafat, Puyang Itam Manis menempatkan Batu Nisannya disamping Makam Puyang Midang Anom, menurut penuturannya untuk anak cucu Ziarah Padanya. Menurut cerita Puyang Itam manis meniggalkan dusun Belimbing diwaktu Subuh, untuk pergi dakwah Agama Islam ke seluruh jagat raya. Buktinya ada Makam Puyang Itam Manis di Pulau Jawa dekat dg Cirebon, kakak kami yg sulung pernah Ziarah ke makamnya Puyang Itam manis di sana dan yg aneh Juru Kunci Makamnya Puyang Itam manis orang Sunda, namun bila anak2 semende datang/ziarah maka Arwah Puyang Itam Manis yg akan masuk ke sukma juru kunci itu dan akan berbahasa Semende.(Hebat bukan???).
Menurut Cerita orang tua kami, keanehan2 Puyang Itam Manis untuk membuktikan Dakwahnya pada waktu Lebaran Haji yaitu pada Pemotongan Hewan Korban. Puyang Itam Manis dan Puyang Midang Anom akan pergi ke Dusun Tinggi (Dusun Kelam) setelah penyembelihan Korban,  Puyang akan membawa daging kerbau,  hewan korban ke Dusun Belimbing untuk dimasak dan di makan oleh warga Dusun. Menurut cerita banyak penduduk dusun Belimbing yang mengintip puyang ke Dusun Tinggi (dusun kelam) tapi penduduk tak dapat melihatnya yang didapat hanya pendengaran riuh rendah orang memotong korban. Dan tak lama kemudian Puyang Muncul dengan daging korban dan penduduk menolong membawanya ke dusun.
Menurut catatan saya Puyang2 kita adalah pendakwah Islam mulai dari  Puyang Raje Nyawe, Puyang Raje Mude,  Puyang Serunting Sakti  dimana puyang2 ini bergelar sembilan kali bergilir dan sembilan kali ganti name. Mengapa disebut demikian???Penulis di Jakarta  pernah berjumpa dengan orang suku Batak, yang mau Ziarah ke Makam Puyang Serunting Sakti dan Makam Puyang Mata Empat dan Puyang Si Lidah Pahit di atas bukit tepi Danau Ranau??? Saya juga heran , mungkin bantuan puyang orang tersebut berjumpa dg saya dan saya meberikan kar/alamat Danau ranau (banding Agung).

Selasa, 07 Januari 2014

Jenis-jenis Kesenian Semende Lembak/Mekakau Ilir.

Kesenian adalah salah satu seni peninggalan leluhur yang sifatnya adalah untuk hiburan . Hiburan ini biasanya dipentaskan dikala waktu senggang/ habis panen padi(ngetam) dan dikala ada hajatan/baguk'an. Bermacam-macam kesenian yang diajarkan secara turun-temurun oleh yg tua-tua kepada anak-anak muda baik peria maupun wanita.
Saya masih kecil didusun Simarmarga Mekakau ilir ingat betul bagaimana anak-anak remaja waktu itu giatnya belajar kesenian tradisionil, Seni Tari, Seni Pencak Silat, Seni Betembang dan lain-lain kesenian. Biasanya sehabis musin ngetam padi masyarakat yg diume akan kedusun dan berkumpul ada yang baguk'an dan katakanlah istirahat. Dan kalau petang akan duduk-duduk di lepau sambil ngobrol dan akan bermain seni tradisional.
Jenis Kesenian;
Anak-anak akan bermain seni Kandang-kandang Kerih, Sungguh-sunggug Sepang Emasku, Ayam-ayaman, Bermain Gasing dan kalau malam akan bermain Trgile-gile dan Ruk-ruk Semundi. Selain itu anak-anak remaja perempuan/pemuda akan belajar Seni Tari dan alat-alat musik.
Yang tak kalah seru dihari-hari petang duduk-duduk di Lepau, biasanya yg tuwe-tuwe akan unjuk kebolehan yg sangat memukau yaitu seni Begurit (Betembang dg suara yg merdu mengisahkan kisah-kisah Legenda. Ada juga yg betembang diiringi dg Gitar Tunggal, Biola dan Gambus. Ada pula yg unjuk kebolehan yaitu Seni Pencak Silat oleh para Tembikar/Ulu Balang.
Selain itu kalau malam biasanya akan berkumpul untuk bermain Rudat salah satu seni tembang tradisional yg bernuansa Islami. Seni ini diiringi dengan alat Terbangan/Kompang dan dimainkan oleh banyak orang yg berjajar dan ada Kunduktornya/Pemimpinnya sebagai pemberi aba-aba. Dan ada Kesenian Andai-andai yg diceritekah oleh Nenek kepada cucu-cucunya menjelang tidur/penghantar tidut, kesenian ini bernuansa nasehat dan contoh-contoh baik dan buruk.
Alat-alat seni di Daerah Semende Lembak Mekakau Ilir yaitu, Harmonika, Genggong, Gong, Biola, Gitar, Gambus, Suling, Seredam, Gendang dan Terbangan.
Bepantun seni ini dikuasai oleh kaum muda yg digunakan untuk pembukaan berbicara dg para Gadis-gadis yg akan di ajak ngobrol atau betandang Kekhumah si Gadis ataupun sebaliknya. Selain itu Berejung yg dikumandangkan di hutan untuk sebagai mengusir kesepian.
Bagaimanakah sekarang ini????? Mudah-mudahan masih ada, akan tetapi karena pergeseran budaya bisa saja Kesenian Tradisional akan hilang ditelan waktu.


Pesan Puyang Awak Njadikah Jagat Raya.

1.Alam negakkah jurai
2.Bekelawai, Bemuanai.
3.Seanak Bujang- Seanak gadis.
4.Afit Jurai , Tunggal Jurai.
5.Serugud-Sekurung ,Sekampung.
6.Sejagat sebale Raye negakkah ganti ngah Tungguan.
7.Lukhus tali belandar papan.
8.Janji tunggu kate betaruh.
9.Ndak.tepat membalik Rame bekhagih.
10.Utang membayar Piutang.
11.Tanggapi ende-ukhang- endeukhang. nedkhi-nedikhi.
12.Sekhepat embak likulak.
13.Sekhancung embaklitabung.
14.Embak uwi pengarang rakit.
15.Timbul tenggelam same-same.
16.Ende kecik Nurut endebesak.
17.Peralah ye Mude ngikut ye Tuwe.
18.Ngipat kecik-besak Lanang Betine.
19.Iluk jahat same mekhase.
20.Berangkekala Pedang, Siangilah jalan kayik.
21.Pacak ulak-diulak'i- Pacak jangan dijangani
.
.Sampaikah NGAH JAGAT SEMENDE, Adik Sanak Meraje, Anak Belai, Tunggu Tubang,Jenang Jurai- Apit Jurai.

Senin, 06 Januari 2014

Simposium Nasional Reformasi Agraria

Tahun lalu penulis mengikuti Simposiun Nasional Reformasi Agraria, Otonomi Daerah, Kadaulatan Pangan dan Ekonomi Bangsa yang digesa oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia  selama dua hari yg dilaksanakan di Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Para nara sumber dari para Bupati, DR.Mahfud.MD, Prof.Rias Rasid, M.Maksum, Yuswandi A.Temenggung, Prof La Ode Kamaludin dan dari unsur perguruan Tinggi dari Indonesia Barat, Tengah dan Timur. Para Nara Sumber bermacam-macam disiplin ilmu.
Dalam simposium itu pembicara bermacam-macan yg disampaikan baik ilmiah, ada yg pulgar, curhat dan ada yg mengiba-iba dan terharu melihat ketidak adilan pada Rakyat. Kenapa begini??? Karena masalah Pertanahan sekarang ini sudah menjadi sumber komlik yang sudah mencapai pada level menghuwatirkan. Kita lihat di muka bumi Indonesia tanah menjadi sumber komplik antara Rakyat, Pemerintah, dan Para Pemilik Modal/cukong.
UU Land Reeform.
Tahun 1960 Indonesia membuat pembaharuan dibidang keagrariaan dengan diterbitkannya UU No.5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA) pada tanggal 24 September 1960. Dalam UUPA ini pembagian tanah sudah jelas seperti Tanah Negara, Tanah Wilayat/Adat, Luas kepemilikan tanah/hak-hak atas tanah, dan Tata Cara mendapatkan Hak Atas Tanah, baik Hak Milik, Hak Pakai, Hak Guna Usaha dan lain-lain hak.
Tanah Menjadi Sumber Komplik.
Dengan bergulir Reformasi dan Pelaksanaan Otonomi Daerah, tanah menjadi  rebutan kepentingan antara Pemerintah Pusat, Pemda dan Para Pemodal/cukong serta masyarakat/Rakyat yang mendiami tanah wilayat yg sudah turun- temurun. Disinilah timbul permasalahan, data yg terungkap dalam simposium itu pada tahun 2011 saja ada 163 kasus komplik agraria, petani yg meninggal 22 orang, 69.975 Kepala Keluarga yg bersengketa dengan tanah seluas 472.044,44 Hektar lahan pertanian. Ini baru kasus tahun 2011, belum tahun sebelumnya dan tahu-tahun yg akan datang.
Sumber Permasalahan.
Semenjak reformasi dan pelaksanaan Otonomi Daerah Para Pemangku Kepentingan Pat-gulipat antara Pemerintah Pusat, Pemda dan Para pemilik Modal yang memmanfaatkan Sumber Daya Alam(Tanah) untuk perkebunan, Pertambangan dan Pengembangan Perumahan Oleh Pengembang, maka akibatnya Tanah Ulayat habis dan Tanah lahan Sawah habis.
Siapa Yang Bertanggung Jawab.
UUPA sampai sekarang belum di Reformasi, Pemerintah Pusat tak berdaya menghadapi para Pemilik Modal/Cukong. Hal inilah tudingan bahwa Badan Pertanahan Nasional/BPN biang kirok carut-marut masalah pertanahan dan pada akhirnya RAKYATLAH YG TIDAK MEMPUNYAI KEADILAN.