Jenis-jenis Kesenian Semende Lembak/Mekakau Ilir.
Kesenian adalah salah satu seni peninggalan leluhur yang sifatnya adalah untuk hiburan . Hiburan ini biasanya dipentaskan dikala waktu senggang/ habis panen padi(ngetam) dan dikala ada hajatan/baguk'an. Bermacam-macam kesenian yang diajarkan secara turun-temurun oleh yg tua-tua kepada anak-anak muda baik peria maupun wanita.
Saya masih kecil didusun Simarmarga Mekakau ilir ingat betul bagaimana anak-anak remaja waktu itu giatnya belajar kesenian tradisionil, Seni Tari, Seni Pencak Silat, Seni Betembang dan lain-lain kesenian. Biasanya sehabis musin ngetam padi masyarakat yg diume akan kedusun dan berkumpul ada yang baguk'an dan katakanlah istirahat. Dan kalau petang akan duduk-duduk di lepau sambil ngobrol dan akan bermain seni tradisional.
Jenis Kesenian;
Anak-anak akan bermain seni Kandang-kandang Kerih, Sungguh-sunggug Sepang Emasku, Ayam-ayaman, Bermain Gasing dan kalau malam akan bermain Trgile-gile dan Ruk-ruk Semundi. Selain itu anak-anak remaja perempuan/pemuda akan belajar Seni Tari dan alat-alat musik.
Yang tak kalah seru dihari-hari petang duduk-duduk di Lepau, biasanya yg tuwe-tuwe akan unjuk kebolehan yg sangat memukau yaitu seni Begurit (Betembang dg suara yg merdu mengisahkan kisah-kisah Legenda. Ada juga yg betembang diiringi dg Gitar Tunggal, Biola dan Gambus. Ada pula yg unjuk kebolehan yaitu Seni Pencak Silat oleh para Tembikar/Ulu Balang.
Selain itu kalau malam biasanya akan berkumpul untuk bermain Rudat salah satu seni tembang tradisional yg bernuansa Islami. Seni ini diiringi dengan alat Terbangan/Kompang dan dimainkan oleh banyak orang yg berjajar dan ada Kunduktornya/Pemimpinnya sebagai pemberi aba-aba. Dan ada Kesenian Andai-andai yg diceritekah oleh Nenek kepada cucu-cucunya menjelang tidur/penghantar tidut, kesenian ini bernuansa nasehat dan contoh-contoh baik dan buruk.
Alat-alat seni di Daerah Semende Lembak Mekakau Ilir yaitu, Harmonika, Genggong, Gong, Biola, Gitar, Gambus, Suling, Seredam, Gendang dan Terbangan.
Bepantun seni ini dikuasai oleh kaum muda yg digunakan untuk pembukaan berbicara dg para Gadis-gadis yg akan di ajak ngobrol atau betandang Kekhumah si Gadis ataupun sebaliknya. Selain itu Berejung yg dikumandangkan di hutan untuk sebagai mengusir kesepian.
Bagaimanakah sekarang ini????? Mudah-mudahan masih ada, akan tetapi karena pergeseran budaya bisa saja Kesenian Tradisional akan hilang ditelan waktu.
Saya masih kecil didusun Simarmarga Mekakau ilir ingat betul bagaimana anak-anak remaja waktu itu giatnya belajar kesenian tradisionil, Seni Tari, Seni Pencak Silat, Seni Betembang dan lain-lain kesenian. Biasanya sehabis musin ngetam padi masyarakat yg diume akan kedusun dan berkumpul ada yang baguk'an dan katakanlah istirahat. Dan kalau petang akan duduk-duduk di lepau sambil ngobrol dan akan bermain seni tradisional.
Jenis Kesenian;
Anak-anak akan bermain seni Kandang-kandang Kerih, Sungguh-sunggug Sepang Emasku, Ayam-ayaman, Bermain Gasing dan kalau malam akan bermain Trgile-gile dan Ruk-ruk Semundi. Selain itu anak-anak remaja perempuan/pemuda akan belajar Seni Tari dan alat-alat musik.
Yang tak kalah seru dihari-hari petang duduk-duduk di Lepau, biasanya yg tuwe-tuwe akan unjuk kebolehan yg sangat memukau yaitu seni Begurit (Betembang dg suara yg merdu mengisahkan kisah-kisah Legenda. Ada juga yg betembang diiringi dg Gitar Tunggal, Biola dan Gambus. Ada pula yg unjuk kebolehan yaitu Seni Pencak Silat oleh para Tembikar/Ulu Balang.
Selain itu kalau malam biasanya akan berkumpul untuk bermain Rudat salah satu seni tembang tradisional yg bernuansa Islami. Seni ini diiringi dengan alat Terbangan/Kompang dan dimainkan oleh banyak orang yg berjajar dan ada Kunduktornya/Pemimpinnya sebagai pemberi aba-aba. Dan ada Kesenian Andai-andai yg diceritekah oleh Nenek kepada cucu-cucunya menjelang tidur/penghantar tidut, kesenian ini bernuansa nasehat dan contoh-contoh baik dan buruk.
Alat-alat seni di Daerah Semende Lembak Mekakau Ilir yaitu, Harmonika, Genggong, Gong, Biola, Gitar, Gambus, Suling, Seredam, Gendang dan Terbangan.
Bepantun seni ini dikuasai oleh kaum muda yg digunakan untuk pembukaan berbicara dg para Gadis-gadis yg akan di ajak ngobrol atau betandang Kekhumah si Gadis ataupun sebaliknya. Selain itu Berejung yg dikumandangkan di hutan untuk sebagai mengusir kesepian.
Bagaimanakah sekarang ini????? Mudah-mudahan masih ada, akan tetapi karena pergeseran budaya bisa saja Kesenian Tradisional akan hilang ditelan waktu.
Komentar
Posting Komentar